June 9, 2008

Cegah Satwa Punah dalam Puisi

Filed under: cegah satwa punah - 09 Jun 2008

Orangutan ditipu daya, dijerat, dicabut dari habitatnya
Dijual pada orang-orang yang katanya terhormat dan kaya
Padahal mereka tak lebih dari sekedar pencuri maya
Perampok kekayaan satwa-satwa Indonesia

Katanya Indonesia negara kaya satwa
Bodohnya, kita disorot dunia
Karena satu demi satu satwa punah tak berdaya
Negara hanya bisa diam seribu bahasa

Preman satwa merajalela di pasar pramuka
Satwa-satwa rentan punah dijual dengan terbuka
Hai aparat, kau bisanya apa?

Ratusan tahun di sana
Ketika keturunan kita kelak dewasa
Mereka mungkin tak lagi bisa menikmati kekayaan satwa-satwa
Punah adalah derita

Tapi, mari kita galang bersama
Cegah segala tindakan melibas satwa
Adili para penjahat satwa gila
Bongkar jaringan perompak satwa termafia
Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

May 30, 2008

Sepuluh Fakta Satwa Rentan Punah Indonesia

Filed under: propaganda - 30 May 2008

Fakta I
Luas Indonesia adalah 1,3% dari luas dunia. Namun sebanyak 17% dari seluruh satwa di dunia terdapat di Indonesia, yang angkanya diperkirakan mencapai 300.000 jenis satwa. Sebanyak 45% jenis ikan di dunia berhabitat di Indonesia. Indonesia juga menjadi negara yang paling banyak memiliki mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis satwa burung.

Fakta II
Meskipun kaya, namun Indonesia dikenal juga sebagai negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Saat ini jumlah jenis satwa liar Indonesia yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN, 2003). Satwa-satwa tersebut benar-benar akan punah dari alam jika tidak ada tindakan cegah untuk menyelamatkannya.

Fakta III
Perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar terancam punah di Indonesia. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran. Lebih dari 20% satwa yang dijual di pasar mati akibat pengangkutan yang tidak layak. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Semakin langka satwa tersebut semakin mahal pula harganya.

Fakta IV
Sebanyak 40% satwa liar rentan punah yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan, pengangkutan yang tidak memadai, kandang sempit dan makanan yang kurang. Perdagangan satwa liar itu adalah kejam! Perdagangan Satwa Rentan Punah - dengan alasan apapun - harus kita cegah!

Fakta V
60% mamalia yang diperdagangkan di pasar burung adalah jenis yang langka dan dilindungi undang-undang. Perdagangan satwa liar itu adalah tindakan kejahatan yang harus kita cegah!

Fakta VI
70% primata dan kakatua yang dipelihara masyarakat menderita penyakit dan penyimpangan perilaku. Banyak dari penyakir yang diderita satwa itu bisa menular ke manusia.

Fakta VII
Lebih dari 100.000 burung paruh bengkok - yang termasuk kategori satwa rentan punah - setiap tahunnya ditangkap dari alam Papua dan Maluku. Penangkapan ini juga melibatkan oknum militer. Sebagian besar burung tersebut adalah ditangkap secara ilegal dari alam.

Fakta VIII
Burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ditangkap dari alam dengan cara-cara yang menyiksa dan menyakitkan satwa. Bulunya dicabuti agar tidak bisa terbang.

Fakta IX
Setiap tahunnya ada sekitar 1000 ekor orangutan Kalimantan yang diselundupkan ke Jawa dan juga luar negeri. Sebagian besar satwa orangutan yang diperdagangkan adalah masih bayi. Untuk menangkap seekor bayi orangutan, pemburu harus membunuh induk orangutan itu, yang akan mempertahankan anaknya sampai mati.

Fakta X
Sekitar 3000 satwa rentan punah jenis owa dan siamang setiap tahunnya diburu untuk diperdagangkan di dalam negeri dan diselundupkan ke luar negeri. Relatif tidak ada tindakan pencegahan dari pihak berwenang akan hal ini.

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

sumber bacaan di sini

May 21, 2008

Satwa Yang Harus Punah : Burung Aparat

Filed under: cegah satwa punah, propaganda - 21 May 2008

Kampanye Cegah Satwa PunahMau cari satwa apa pak? Kuskus, nuri, apa elang?
Oh .. kalau Orangutan ada?
Ada pak, tapi harus tunggu 2-3 hari. Kirim kemana pak? Philipina? Jepang

Begitulah Pasar Burung Pramuka. Selain badak, gajah atau harimau, semua satwa langka rentan punah ada di sana. Kalau stok lagi kosong, jangan kuatir. Anda bisa inden. Lalu, kemanapun satwa rentan punah itu nanti dikirim, pasti disanggupi. Mereka yang mengurusnya semua. Penyelundupan adalah makanan keseharian mereka.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pasar Burung Pramuka telah berubah menjadi pusat perdangan satwa langka rentan punah terbesar se Asia Tenggara. Support sistemnya kuat. Premannya banyak. Networkingnya solid hingga ke desa-desa terpencil di Sumatera, Kalimantan atau Papua. Perdangan satwa liar rentan punah terorganisir rapi. Ya mereka memang tergolong mafia. Tidak heran kalau para aktivis ProFauna kapok berdemonstrasi di dekat Pasar Burung tersebut. Babak belur hadiahnya!

Dimana aparat? Kaum penegak hukum? Atau apa tindakan pemprov DKI menyikapi hal ini?

Suatu kali seorang teman dekat saya pernah dibawakan Kakaktua Putih dari Maluku. Jenis ini memang tergolong satwa yang rentan punah. Yang menarik, si pembawa burung langka itu adalah seorang polisi yang memang baru pulang dari bertugas di Ambon!

Saya jadi berniat juga mencari suatu jenis burung di Pasar Burung Pramuka. Berapapun mahalnya pasti saya usahakan bayar. Berapapun lamanya saya harus inden, nggak peduli. Ya, saya membutuhkan jenis “burung aparat”. Bukan untuk dikoleksi. Tapi saya punya niat untuk membuatnya punah! Kalau burung jadi lambang kejantanan buat mereka, ya mereka sudah tidak patut lagi mengenakkannya (maaf .. memilikinya).

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

May 19, 2008

Naruto VS Satwa Langka Rentan Punah

Filed under: cegah satwa punah - 19 May 2008

Kampanye Cegah Satwa PunahProblem pencegahan pemburuan satwa liar rentan punah sering berakhir pada masalah klasik : adanya demand dari masyarakat untuk memelihara satwa-satwa tersebut.

Orang-orang kecil, pemburu-pemburu liar di pedalaman sulit untuk disalahkan, sejauh memang ada permintaan dari “masyarakat modern”. Membangun kesadaran pada kalangan pengeksekutor (pemburu liar), merupakan pekerjaan yang kompleks karena berkaitan dengan sendi-sendi lain : terutama perekonomian. Mereka melakukannya demi sesuap nasi!!

Tapi problem ini semestinya bisa diputus jika memang pasar tidak menggelinjang meminta. Walapun ada mafia yang mengorganisir penjualan satwa liar rentan punah ini, namun jika masyarakat - termasuk kita - tidak memiliki keinginan untuk memiliki satwa-satwa liar tersebut, sudah pasti mata rantai perburuan ini bisa dihentikan.

Masyrakat kota - sebagai kaum yang terdidik sekaligus sebagai konsumen satwa liar rentan punah selama ini - semestinya lebih mudah disentuh dan digugah kesadarannya akan arti penting keberadaan satwa-satwa liar rentan punah tersebut.

Dengan beranggapan bahwa gerakan kampanye Cegah Satwa Punah ini adalah gerakan jangka panjang, maka memasukkan kampanye ini dalam jalur pendidikan dasar, merupakan sebuah cara yang perlu dicoba untuk mencegah semakin membesarnya bola salju pemburuan satwa

Kalau anak SD selama ini sering dijadikan target perlombaan penjualan komoditi “superhero’ (robot-robotan, mobil-mobilan dsb), mengapa kita tidak mulai menyusupkan nilai konservasi satwa pada mereka? Contoh yang termudah adalah : mengganti cover buku tulis bergambar “Naruto” dengan gambar satwa-satwa langka rentan punah dengan diselingi beberapa kalimat pendek yang mudah dibatinkan dalam diri anak kecil.

Ketimbang mendogma anak kecil dengan program “superhero”, akan lebih baik menjejali mereka dengan sesuatu yang mungkin tidak bisa lagi mereka nikmati kelak : kepunahan satwa-satwa Indonesia.

Mari kita Cegah Satwa Punah dari Bumi Nusantara

May 18, 2008

Selebriti Dukung Perlindungan Satwa Rentan Punah

Filed under: berita - 18 May 2008

Berikut beberapa komentar selebriti Indonesia mengenai maraknya perdagangan satwa liar rentan punah.

Stop kekejaman terhadap binatang. Jangan sakiti primata, karena kita semua bersaudara. Primata yang dikurung akan sedih karena terpisah dari keluarganya
– Kaka / Slank –

Saya tidak tahu mengapa Tuhan menciptakan primata, namun yang saya tahu mereka tidak pantas ditangkap dan dibunuh
– Abdee (gitaris Slank) –

Sebaik apapun satwa liar dipelihara di rumah, namun tetap lebih baik mereka di habitatnya
– Kikan / Vokalis Cokelat

Segala yang bernyawa pasti punya perasaan. Bagaimana perasaan burung nuri dan kakatua yang dikurung dalam sangkar. Cobalah tempatkan posisi kita sebagai mereka (yang dikurung). Jadi sebaiknya biarkan mereka hidup bebas di alamnya sendiri
– Manik / Vokalis Laluna –

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

sumber : profauna

Kampanye Perlindungan Satwa Rentan Punah : Kurang Sosialisasi

Filed under: cegah satwa punah - 18 May 2008

Dari beberapa kasus sweeping yang dilakukan pihan Balai Konservasi Alam, sering ditemukan para pemilik satwa langka rentan punah tidak pernah tahu bahwa satwa yang dipeliharanya tergolong dilindungi dan rentan punah.

Beberapa pihak mengaku diberi hadiah oleh family yang baru kembali dari luar pulau (Papua, Sumatera dsb). Ketika dilakukan penyitaa satwa rentan punah tersebut, umumnya mereka bersikap kooperatif dan menyerahkannya begitu saja, dengan alasan seperti disebutkan di atas.

Kalau urusannya seperti ini, untuk mencegah pemeliharaan satwa langka, berarti amat perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai satwa-satwa liar apa saja yang dilindungi hukum untuk dimiliki karena memiliki potensi punah.

Untuk melihat daftar satwa-satwa langka yang terancam punah bisa dilihat pada dokumen cites di sini. Dokumen ini adalah perjanjian antar negara guna mencegah dan melindungi tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional  yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam punah.

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

Memelihara Satwa Rentan Punah = Gengsi

Filed under: cegah satwa punah, open mind kampanye - 18 May 2008

Cegah Satwa Punah Dunia sudah terbalik. Melanggar hukum kini dianggap sebuah gengsi. Bagaimana tidak jika alasan yang sering mengemuka dari para pemelihara satwa langka rentan punah adalah cuma sekedar gengsi dan prestise. Kelangkaan dijadikan simbol kemampuan pemiliknya. Demikianlah yang umumnya terjadi ketika petugas-petugas Balai Konservasi Sumber Daya melakukan sweeping ke rumah-rumah yang diindikasikan memelihara satwa langka rentan punah.

Padahal, yang terjadi adalah kebalikannya. Mereka bukan memelihara satwa rentan punah tersebut. Mereka secara tidak langsung membunuhnya pelan-pelan. Satwa-satwa liar rentan punah tersebut, dipaksa tercabut dari keasliannya, dari habitat alamnya, dari pola kesehariannya, dari komunitasnya. Manusia yang mengalami shock culture masih memiliki potensi untuk beradaptasi. Tapi tidak dengan satwa. Satwa adalah makhluk instingtif tanpa akal budi.

Cegah Satwa PunahKalau ukuran langka menjadi parameter level gengsi di masyarakat, saya anjurkan untuk memelihara semut. Ya semut. Menjadikan anjing atau kucing sebagai binatang peliharaan adalah jamak. Mengkoleksi satwa langka orangutan memang agak langka dilakukan orang. Tapi memelihara semut? Ini benar-benar langka. Ada orang yang melakukannya?? Mari kita memelihara semut sebagai ganti mengkoleksi satwa-satwa langka rawan punah. Dengan demikian gengsi kita akan naik di masyarakat, karena Anda tergolong masyarakat yang menghormati hukum.

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara. Cegah, bisa diartikan Anda memulainya dari diri sendiri, sekaligus mensosialisasikannya pada orang lain.

May 17, 2008

Mencegah Nusantara menjadi Jurrasic Park Baru

Filed under: cegah satwa punah, open mind kampanye - 17 May 2008

cegah satwa punahKita perlu berterima kasih kepada Steven Spielberg, yang bisa memvisualisasikan dengan sempurna satwa purba yang sudah punah : Dinosaurus. Lewat tangannya - setelah terinspirasi buku Michael Crichton - Spielberg menghidupkan kembali ke hadapan dunia, kepada kita, sebagai generasi yang sama sekali belum pernah melihat secara nyata wujud satwa punah tersebut.

Di sisi lain, umat manusia dibawa pada permenungan lain, bahwa kemajuan modern yang tidak diimbangi kearifan akan membabat habis segala yang alami, termasuk satwa-satwa. Kepunahan adalah residunya

Patutkah disyukuri pula, jika kelak ada Spielberg-spielberg baru dengan jurrasic park baru yang membangkitkan kembali satwa-satwa Indonesia yang kini sudah rentan punah? Tahun 2100 mungkin, ketika generasi entah keberapa dari keturunan kita, akan hanya bisa melihat satwa-satwa macam biawak komodo dan Orangutan hanya dari layar kaca hasil rekonstruksi dapur rekaman??? Kita - sebagai generasi yang masih menikmatinya satwa-satwa tersebut - harus mencegahnya!!

Saat ini, ya saat ini, masih banyak cara bagi kita untuk ikut mencegah satwa-satwa rentan punah di Indonesia agar tidak benar-benar punah.

Cegah adalah sebuah gerakan individual, sebuah gerakan pembangunan kesadaran, yang dimulai dari diri sendiri, untuk kemudian diaurakan kepada orang lain.

Oleh karena itu, mari kita cegah satwa punah dari Nusantara

May 16, 2008

Orang Utan Punah tahun 2015

Filed under: cegah satwa punah, orang utan - 16 May 2008

Orang utan saat ini merupakan satwa langka yang rentan punah, karena manusia terus-menerus merusak habitat mereka dan seringkali pula menjual bayi-bayi mereka secara ilegal untuk dijadikan satwa peliharaan

Pusat Perlindungan Orang utan (COP) mencatat, pada 2004 populasi orangutan sebanyak 54.567 ekor, maka dengan laju kepunahan sebesar sembilan persen per tahun atau 5.325 ekor setiap tahun, saat ini jumlahnya diperkirakan hanya 37.275 ekor. Dan diperkirakan orang utan akan benar-benar akan punah pada tahun 2015!! Berdasarkan data yang dikumpulkan COP, hampir semua orang utan dewasa yang masuk ke pusat-pusat rehabilitasi orang utan, menderita luka parah di kepala dan tangan akibat siksaan para pekerja perkebunan.

Meskipun orang utan dilindungi berdasarkan Undang-Undang No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan para pelaku kejahatan dan kekejaman terhadap satwa liar dilindungi itu diancam dengan hukuman penjara lima tahun dan atau denda 100 juta rupiah, namun hal ini tidak cukup membantu pulihnya populasi orang utan. Hal ini disebabkan kurangnya tindakan tegas dari pihak yang berwenang

Penyebab lain penyusutan satwa ini adalah ekspansi perkebunan kelapa sawit dan industri pertambangan.

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

Daftar Satwa-satwa Rentan Punah di Indonesia

Filed under: cegah satwa punah - 16 May 2008

IUCN Red List of Threatened Species (IUCN Red List) mengeluarkan daftar merah, satwa-satwa langka yang berpotensi punah di seluruh dunia. Daftar ini dikeluarkan tahun 1963, dan mencatat 8.565 spesies satwa yang rentan punah.

Beberapa satwa rentan punah yang berhabitat asli di Indonesia :

Babirusa (Sulawesi)
Biawak Komodo (Pulau Komodo di Nusa Tenggara)
Cendrawasih Biru (Irian / Papua)
Cucak Rawa (Jawa dan Sumatera)
Gelatik Jawa (Pulau Jawa)
Kakaktua Putih (Maluku Utara)
Sempidan Aceh (Sumatera)
Merak Hijau (Pulau Jawa)

Mari kita Cegah Satwa Punah dari bumi Nusantara

Next Page »
Sitemap Cegah Satwa Punah